}

SELAMAT DATANG DI GURUKUJOS

Portal Referensi Guru, Pengawas, dan Sekolah

Solusi terpadu Administrasi Sekolah, ARKAS & BOSP, AI Pendidikan, serta pusat unduhan dokumen pendukung digitalisasi guru.

Tampilkan postingan dengan label CGP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CGP. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Agustus 2022

Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.3 Visi Guru Penggerak



 Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.3 Visi Guru Penggerak

Jurnal Refleksi Dwimingguan

Modul 1.3 Visi Guru Penggerak



Assalamualaikum wrwb

Salam dan Bahagia

Alkhamdulilah pada kesempatan ini saya masih diberikan kesehatan untuk bisa menulis melakukan refleksi diri terkait dengan pembelajaran mengenai visi guru penggerak pada modul 1.3, Program Guru Penggerak Angkatan 5. Tentunya, kita sebagai seorang guru harus memiliki sebuah visi yang jelas dalam mengembangkan pembelajaran yang berpihak pada murid.

Menulis jurnal refleksi merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh calon guru penggerak setiap 2 minggu sekali setelah menyelesaikan 1 buah modul. Dalam merefleksikan diri terkait dengan pembelajaran yang telah diikuti, seorang calon guru penggerak dapat memilih metode refleksi yang disukainya.

Baca Juga: Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.1 Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara

Pada jurnal refleksi dwimingguan modul 1.2  ini, saya akan menggunakan model 4F ( Facts, Feelings, Findings, Future ) yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway. Jurnal refleksi model 4F ini juga bisa diterjemahkan menjadi 4P, yang terdiri dari 4 tahap yaitu :

1.    Facts ( Peristiwa )

Program guru penggerak yang sempat terhenti beberapa saat, membuat daya juang dan semangat saya sedikit menurun. Selain itu juga karena persiapan pelaksanaan implementasi kurikulum merdeka di sekolah saya yang akan dimulai pada tahun ajaran baru. Persiapan-persiapan dalam pelaksanaan implementasi kurikulum merdeka tersebut diantaranya, saya mengikuti kegiatan coaching clinic selama 4 hari di BBPMP provinsi Jawa Tengah. Setelah mengikuti kegiatan tersebut, saya berkewajiban untuk mengimbaskan materi yang saya terima kepada rekan-rekan guru di gugus dan di kecamatan kami.

Alhamdulillah program guru penggerak kembali bergulirmulai tanggal 1 Agustus 2022, namun hal tersebut juga berbarengan dengan masa ujicoba pelaksanaan 5 hari sekolah di Kabupaten Banyumas. 

Dengan berbagai kegiatan menjelang kegiatan HUT RI ke 77, juga sedikit memberikan tantangan sendiri daalam menyelsaikan pembelajaran pada modul 1.3 tentang visi guru penggerak ini. Kegiatan pembelajaran dalam mempelajari modul 1.3 ini masih terasa berat pasca penghentian kegiatan program guru penggerak ini. 

Baca juga  Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.2 Nilai-Nilai dan Peran Guru Penggerak

Pelaksanaan ruang kolaborasi yang dilaksanakan pada tanggal 4 dan 5 Agustus 2022 dan ruang elaborasi pemahaman pada tanggal 9 Agustus 2022 sedikit memberikan nafas dan semangat kembali dalam menapaki program guru penggerak ini. Dengan sedikit terseok-seok akhirnya saya dapat menyelesaikan pembelajaran modul 1.3 tentang visi guru penggerak walaupun sampai diingatkan oleh ibu Suhartini selaku fasilitator kami karena belum mengeirimkan tugas demontrasi kontekstual.

Kendala yang saya hadapi dalam mengikuti rangkaian kegiatan program guru penggerak ini tentunya waktu dan pekerjaan. Namun, dengan komitmen dan semangat yang  tinggi saya yakin dapat mengikuti kegiatan serta menjalankan tugas dengan baik. 

2.    Feelings ( Perasaan )

Setelah mempelajari modul 1.3 tentang visi guru penggerak, pikiran saya terbuka bahwa seorang pendidik tentunya harus memiliki sebuah visi yang jelas agar dapat mewujudkan peserta didik yang unggul dalam prestasi, terampil dalam berkarya, berkarakter profil pelajar pabcasila serta berwawasan global. Sebagai seorang guru tentunya harus dapat menjadi teladan bagi anak didiknya. Untuk dapat menjadi teladan, kita harus memiliki nilai-nilai guru penggerak yaitu berpihak pada murid, mandiri, reflektif, kolaboratif serta inovatif. Jika kita sudah memiliki nilai-nilai tersebut, maka dapat menjalankan peran sebagai guru penggerak dengan baik.

Kegiatan pembelajaran  melalui media LMS dan ruang virtual, dalam dua minggu terakhir saya merasa sangat enjoy dan terkadang masih keteteran.  Namun,  kami memiliki Pengajar Praktik dan Fasilitator yang senantiasa mengingatkan serta menuntun kami agar mampu menyelesaikan tugas tepat waktu.

Untuk dapat mewujudkan visi kita, tentunya diperlukan perencanaan yang matang. Untuk merencakanan dalam rangka mewujudkan visi kita dilakukan dengan menggunakan KANVAS BAGJA. Melalui kanvas BAGJA ini, kita dapat membuat pertanyaan dan mencari atau memberikan jawaban atau tindakan yang akan kita lakukan.


3.    Findings ( Pembelajaran )

Banyak sekali pembelajaran yang dapat saya petik ketika mempelajari visi guru penggerak ini. Untuk dapat mengembangkan potensi, bakat dan minat sesuai kodrat peserta didik, guru diharapkan memiliki sebuah visi yang jelas dan terukur. Selain itu visi guru maupun visi sekolah juga harus mendukung pembentukan karakter peserta didik yang sesuai dengan profil pelajar pancasila.

Untuk itu perumusan visi yang benar serta perencanaan pewujudan visi tersebut dengan kanvas BAGJA diharapkan dapat mempermudah seorang pendidik dalam mewujudkan visi tersebut.

Baca juga : Tugas Koneksi Antar Materi Modul 1.3 Visi Guru Penggerak

 4.    Future ( Penerapan )

Kesuksesan dimulai dari sebuah tujuan yang jelas.

Berangkat dari hal tersebut diatas maka hal yang akan saya lakukan adalah memiliki visi sebagai pendidik yang terukur dan terencana serta selalu melakukan refleksi, belajar, berkreasi, berinovasi, mandiri dan berkolaborasi untuk mewujudkan Guru yang bisa  menjadi teladan bagi murid, membangun semangat bagi para penerus bangsa, dan memberikan dorongan dari belakang agar mereka mampu menjadi diri sendiri yang hebat tanpa bergantung kepada orang lain. Tentunya muara dari semua itu adalah menumbuhkembangkan profil pelajar Pancasila.


Demikian jurnal refleksi modul 1.3 tentang visi guru penggerak, semoga bermanfaat serta dapat menjadi pembelajaran diri utnuk saya.

 

Terima kasih

Wasssalamualaikum wrwb



Senin, 30 Mei 2022

Tugas 1.1.a.6 Demonstrasi Kontekstual dari pemikiran Ki Hadjar Dewantara Modul 1.1

 

Assalamualaikum wrwb

Salam dan bahagia...

Pembentukan karakter peserta didik tidak terlepas dari tauladan yang diberikan oleh bapak ibu gurunya. Perkenalkan Saya Nur Salam, calon guru penggerak angkatan 5 kabupaten Banyumas dari SD negeri 2 Mengangkang. Kali ini, saya akan memaparkan Demontrasi Kontekstual Intisari Pemikiran Kihajar Dewantara.

Ki Hajar Dewantara lahir pada tanggal 2 Mei 1889 di Yogyakarta. Beliau adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikanbagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Ia adalah pendiri perguruan taman siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi untuk bisa memperoleh hak pendidikannya. Sehingga beliau dinobatkan sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia. Dan, setiap tanggal 2 Mei, sebagai hari lahir beliau diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Baca Juga:

Tonton video Demontrasi Kontektual di Youtube

Ada empat intisari pemikiran ki hajar dewantara, yang kami paparkan dalam demontrasi kontekstual ini; yang pertama, Pembelajaran yang berpusat pada murid, yang kedua, pendidik menuntun kodrat anak, yang ketiga, trilogi pendidikan, dan yang keempat, budi pekerti.

1.                  Pembelajaran yang berpusat pada murid

“ Bebas dari segala ikatan, dengan suci hati mendekati sang anak, bukan untuk meminta sesuatu hak, melainkan untuk berhamba pada sang anak” ( Ki Hajar Dewantara, 1922).

Filosofi ini mendasari pembelajaran yang berpusat pada murid. Pembelajaran yang berpusat pada murid, berupaya memfasilitasi seluruh aspek perkembangan anak secara optimal dengan penekanan pada aspek-aspek pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan dan individualisasi pengalaman belajar melalui kegiatan yang direncanakan oleh anak.

Anak mempunyai kesempatan untuk belajar sesuai dengan gayanya sendiri, sehingga anak-anak akan merasa bahagia. Peran guru berubah dari sumber belajar menjadi fasilitator, artinya guru berperan sebagai orang dewasa yang membantu untuk bermain seraya belajar.

 

2.                  Pendidik “ menuntun” kodrat anak

Ki Hajar Dewantara berpendapat bahwa pendidikan memberikan tuntunan ( menuntun ) terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

KHD menjelaskan bahwa dasar Pendidikan anak berhubungan dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam berkaitan dengan “sifat” dan “bentuk” lingkungan di mana anak berada, sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan “isi” dan “irama.

Dalam menuntun laku dan pertumbuhan kodrat anak, KHD mengibaratkan peran pendidik seperti seorang petani. Anak-anak itu seperti biji tumbuhan yang disemai dan ditanam oleh pak tani di lahan yang telah disediakan. Anak-anak itu bagaikan bulir-bulir jagung yang ditanam. Bila biji jagung ditempatkan di tanah yang subur dengan mendapatkan sinar matahari dan pengairan yang baik maka meskipun biji jagung adalah bibit jagung yang kurang baik dapat tumbuh dengan baik karena perhatian dan perawatan dari pak tani. Demikian sebaliknya, meskipun biji jagung yang disemai adalah bibit berkualitas baik namun tumbuh di lahan yang gersang dan tidak mendapatkan pengairan dan cahaya matahari serta ‘tangan dingin’ pak tani, maka biji jagung itu mungkin tumbuh namun tidak akan optimal.

Dalam proses “menuntun”, anak diberi kebebasan namun pendidik sebagai ‘pamong’ dalam memberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Seorang ‘pamong’ dapat memberikan ‘tuntunan’ agar anak dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar. 

3.                  Trilogi pendidikan ki hajar dewantara

a.         Ing Ngarso Sung Tulodo artinya yang didepan memberi teladan.

Dalam hal ini, peranan guru sangat besar dalam memberi teladan kepada para peserta didiknya. Istilah atau pepatah guru kencing berdiri, murid kencing berlari sangat mungkin untuk terjadi. Oleh karenanya, teladan guru harus senantiasa ditunjukkan kapan saja dan dimana saja.

b.         Ing Madyo Mangun Karso artinya yang ditengah membangun keinginan.

Dalam hal ini, pemberian motivasi dan memposisikan dirinya, sehingga seorang guru dapat menjadi teman dan juga tempat peserta didiknya berangkat untuk berkembang menuju cita-citanya.

c.         Tut Wuri Handayani yang artinya dari belakang memberi dorongan.

Hal ini berarti guru harus selalu mendorong peserta didiknya dalam mengembangkan bakat dan minat sesuai dengan yang dikehendaki.

 

Video Demontrasi Kontekstual dapat lihat pada video berikut ini

4.                  Budi Pekerti

Menurut KHD, budi pekerti, atau watak atau karakter merupakan perpaduan antara gerak pikiran, perasaan dan kehendak atau kemauan sehingga menimbulkan tenaga.

Budi pekerti juga dapat diartikan sebagai perpaduan antara Cipta (kognitif), Karsa (afektif) sehingga menciptakan Karya (psikomotor). Sedih merupakan perpaduan harmonis antara cipta dan karsa demikian pula Bahagia.

Baca Juga:

Cara membuat fungsi terbilang pada exel

Keempat intisari pemikiran ki hajar dewantara ini,  kita harus mampu menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran kita. Sebagai pusat tuntuntan, saya selaku seorang guru sewajibnya memberikan contoh yang baik  dan menyenangkan serta menggiring dan mengarahkan  anak didik untuk dapat mengembangkan diri dengan baik. Motivasi dan strategi mengajar yang baik tentunya dapat membangun semangat anak didik agar tetap mencintai belajar dan prosesnya. Mendorong kepercayaan diri mereka merupakan modal awal dalam menciptakan implementasi trilogi pendidikan yang dicetuskan oleh ki hajar dewantara. Kesediaan guru dalam menampung segala kebutuhan dan aspirasi anak didik, menjadi salah satu point penting dalam meraih karakter anak didik dengan konsep merdeka belajar.

Demikian demontrasi kontekstual tentang pemikiran ki hajar dewantara.

 

Ke gladak ambil pelumas

Pelumas baru, perahu siap berlayar

Kami Calon Guru Penggerak Banyumas

Siap Wujudkan Merdeka Belajar

 

Baca Juga :

Tips dan Trik Lolos PPPK Guru tahun 2022 

CGP Angkatan 5 tergerak, bergerak, menggerakkan

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum wrwb